Kamis, September 09, 2010
   
Text Size

33 SMU Ikuti Lomba Konstitusi

Jakarta – Sebanyak 33 tim pelajar setingkat SMU dan Madrasah Aliah mewakili provinsinya masing-masing mengikuti lomba cerdas cermat UUD 1945 yang digelar MPR.

Perwakilan pelajar yang berhak mengikuti lomba itu adalah pemenang cerdas-cermat di masing-masing provinsi yang telah digelar sejak Januari 2010 lalu. “Ini bagian dari tugas kita di MPR,yakni menyosialisasikan empat pilar bernegara yakni UUD 1945,Pancasila, NKRI dan Kebhinekaan. Dengan cara seperti ini, maka pemahaman di tingkat pelajar bisa lebih bisa diterima dan diartikulasikan secara benar,”kata Wakil Ketua MPR Hajriyanto Y Thohari seusai melakukan audiensi dengan peserta cerdas cermat,di Kompleks Gedung MPR/DPR, Jakarta, kemarin.

Seperti diketahui,sejak 24 Juli 2010, sejumlah siswa siswi SMU dan MA dari 33 provinsi di Indonesia berdatangan ke Jakarta untuk mengikuti lomba tingkat nasional yang berlangsung 26–30 Juli.Sebelum dimulainya perlombaan, para peserta melakukan audiensi dengan pimpinan MPR, DPR, dan DPD, serta Menteri Pendidikan Nasional M Nuh untuk tanya jawab seputar konstitusi bangsa ini. Sedianya, acara ini akan dibuka langsung oleh Ketua MPR Taufik Kiemas.Namun, karena kondisinya yang masih butuh istirahat setelah mengalami sakit, akhirnya diwakili oleh pimpinan MPR yang lain. Menurut Hajriyanto, kegiatan lomba cerdas cermat yang sudah memasuki babak semi final ini disambut antusias oleh kalangan pelajar.

Selain untuk prestisius, kata dia,para pelajar juga antusias untuk mempelajari makna dan nilai yang terkandung dalam pembukaan dan batang tubuh UUD 1945 serta beberapa TAP MPR yang masih berlaku.“Bahkan banyak di antara mereka yang hafal dan memahami sehingga mengetahui bagaimana hak dan kewajiban dalam bernegara,”ungkapnya. Politikus Partai Golkar ini menambahkan, pemahaman yang cukup baik dari para pelajar yang telah mengikuti lomba cerdas cermat ini nantinya diharapkan bisa menular di lingkungannya berdiskusi sehingga pemahaman generasi muda terhadap pilar bernegara semakin baik.

Dengan demikian, kesadaran untuk memperjuangkan ajaran Pancasila dan mempertahankan kebhinekaan juga semakin kuat. “Kalau sejak muda sudah memahami dan melihat pentingnya kebhinekaan, maka ini menjadi kemajuan yang signifikan bagi generasi bangsa ini,”ungkapnya. Ketua kelompok dari MA Mualimin Yogyakarta Hanan Waskitha mengakui dengan keterlibatannya di lomba cerdas-cermat ini dirinya semakin memahami bagaimana konstitusi.

“Tadinya kalau kita baca koran soal politik dan ketatanegaraan serta yang menyangkut hak dan kewajiban masih bingung memahaminya karena tidak paham konstitusi. Tetapi dengan kegiatan ini, kami jadi punya kesempatan belajar lebih banyak dan bisa memahaminya,” ungkapnya.

(sumber : seputar-indonesia.com, rahmat sahid)

Indeks Berita

Follow us on Twitter
© DPP PKB
Sekretariat Jenderal Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa
Jl. Sukabumi No. 23, Menteng, Jakarta Pusat 10310
Telp/Fax: 021-3155138
Email: dpp@dpp-pkb.or.id

Admin Contact