Asimilasi Dinilai Lebih Realistis
Selasa, 27 Juli 2010 02:43
Namun, dari tiga gagasan yang ditawarkan, konsep asimilasi dinilai lebih realistis untuk pembatasan partai.Direktur Eksekutif Indobarometer, M Qodari menilai format penyederhanaan partai sdinilai lebih realistis. Terutama, buat partai-partai kecil yang tidak memenuhi syarat PT atau ambang batas parlemen yang tinggi.
“Saya kira asimilasi itu cukup bisa menjawab problem kenaikan syarat PT yang tak terhindarkan dalam rangka penyederhanaan partai. Dan apa yang ditawarkan Demokrat itu juga dianggap lebih natural dan kultural, “ ujarnya di Jakarta,kemarin.
Pertanyaannya kemudian, menurut Qodari, bagaimana agar proses alamiah asimilasi partai dari yang kecil ke yang besar ini tidak saling merugikan. “Ini kunci utamanya. Jangan berpikir soal penyelamatan suara yang hilang. Sebab, wacana asimilasi itu harus dilihat dari semangat penyederhanaan partai yang,antara lain,akan menjawab problem ketidakefektifan kinerja partai dan jalannya pemerintahan sebagaimana disorot banyak kalangan belakangan ini,” paparnya.
Wacana tentang asimilasi itu sebelumnya digulirkan oleh Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat Saan Mustopa sebagai jawaban lain terhadap tuntutan penyederhanaan partai. Saan berpendapat, lewat asimilasi ini,penggabungan partai bisa berlangsung lebih kultural.
(sumber: seputar-indonesia.com, rahmat sahid) )
